Selasa, 26 Maret 2013

Mengapa Ibadah Kita Hampa

Kisah ini aku dapat dari pak ustadz kemarin yg membuat saya merasa sangat jauh dari bersyukur kpd ALLAH. Subhanallah membuat saya perlu membenahi diri sedini mungkin . pak ustadz itu umurnya sudah hampir setengah abad. Begini ceritanya saya akan coba menampilkan dgn gaya bahasa saya, kita kasih judul aja “mengapa ibadah kita hampa” biar enak dikit. Ada beberapa hal kenapa seorang yg shalatnya bagus, puasanya sunnah dan wajib ia jalankan, shalat tahajud dilakukan, sudah haji TAPI tanpa ada bekasnya .

1. NIAT
Ternyata seiring waktu disaat masa jenuh orang akan berada dalam titik yg rawan untuk tergoda yg namanya dgn iblis. Nah untuk menghindarinya luruskanlah kembali niat kita, dalam beribadah apa sesungguhnyatujuan kita, dan ini harus diperjelas, dipertegas untuk mengusir rasa malas, kebiasaan, shg akan kembali istimewa.
Ibaratnya suami istri pada saat penganten baru semua terasa indah, nah seiring waktu kejenuhan itu muncul semua terasa hambar. Nah disaat inilah kita harus bangkit memulihkan semua keadaan seperti semula.

2. IKHLAS
Paradigma lama yg diajarkan ikhlas itu “seperti kita buang hajat plong dan kita tak memikirkan apa yg kita dibuang” NA’UDZUBILAH inilah paradigma yg salah sama sekali. Orang buang hajat itu yg dibuang kotoran yg nggak ada manfatnya bagi dirinya bahkan kalo disimpan akan jadi penyakit, jadi akhirnya dalam beramal yg kita kelurkan barang yg jelek yg nilai nya nggak ada artinya bagi kita.

Paradiqma lama yg lain sering kita diajari kalo nyumbang biar sedikit yg penting ikhlas.
Sehingga kita sering masukin kotak amal cukup dgn receh bahkan seribu dianggap udah gede. Inilah yg harus diluruskan dgn keras pak ustadz berkata apa yg dapat dibeli dgn seribu paling2 krupuk/ opak makanan anak kecil. Apakah ALLAH pantas dgn pemberian ini, sungguh ini namanya bukan ikhlas tapi pelecehan. Padahal saat buka dompet uang yg puluhan ribu bahkan 100 ribu an tersimpan rapi didalamnya tapi apa yg kita berikan tidak lebih sebuah makanan anak kecil yg nggak ada nilainya sama sekali. Inilah yg membuat dada saya bergetar mendengar penjelasan pak ustadz. Betapa tidak selama ini untuk masukin kotak amal aja susahnya minta ampun padahal rezki yg diberikan kesaya jauh lebih besar, bahkan sangat mudahnya hamburin 50rb saat main time zone. ASTAGHFIRULLAH Disinilah saya mulai sadar shg knp aku merasa jiwaku tidak bersama ALLAH saat beribadah. Selanjutnya pak ustadz membei contoh kisahnya Abu bakar dan Umar bin khatab ketika disuruh bersedekah oleh Rasulullah. Umar dgn bangga dan ikhlas menafkahkan hartanya separuhnya untuk fisabilillah, sedangkan Abu Bakar malahan semuanya diri dan kelurganya cukuplah ALLAH saja yg menjaminnya, sungguh luar biasa. Dan itulah ikhlas yg seharusnya bukan dgn receh , atau ribuan. Semoga ALLAH memberi kekuatan aku untuk menafkahkan harta yg telah diberikan

Paradiqma yg baru yg seharusnya kita terapkan adalah mari kita buka surat ALIKHLAS kenapa ALLAH menamai surat itu dgn ikhlas.
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Apakah kita ikhlas 100% dgn pentauhidan kita, apakah kita masih ragu dgn surat itu. Itulah sesungguhnya makna ikhlas sesungguhnya. Artinya ALLAH yg menguasai kita, sama sekali kita nggak ada kuasanya. Semuanya milik ALLAH

3. Paradigma yg salah selanjutnya, selalu kita berpikir dalam “Ibadah yg penting sah.”
Inilah yg membuat kualitas Ibadah kita dari hari kehari menurun kualitasnya. Mari kita logikan saat anda mau nikah bagi yg laki apa kalo cari calonnya berprinsip yg penting wanita dan sebaliknya tentu tidak sama sekali kita akan cari yg the best begitulah seharusnya kita dalam melakukan Ibadah. Seperti kasusnya zakatnya khobil dan khabil, ALLAH menjatuhkan pilihannya kepada zakat yg terbaik bukan hanya sekedar syah.

Inilah paradigma yg seharusnya kita terapkan
Semoga bermanfaat ntar sambung lagi yaaaa sabarrrr.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuliskan Komentar anda di sini