Kisah ini aku dapat dari pak ustadz kemarin
yg membuat saya merasa sangat jauh dari bersyukur kpd ALLAH. Subhanallah
membuat saya perlu membenahi diri sedini mungkin . pak ustadz itu umurnya sudah
hampir setengah abad. Begini ceritanya saya akan coba menampilkan
dgn gaya bahasa saya, kita kasih judul aja “mengapa ibadah kita hampa” biar
enak dikit. Ada beberapa hal kenapa seorang yg
shalatnya bagus, puasanya sunnah dan wajib ia jalankan, shalat tahajud
dilakukan, sudah haji TAPI tanpa ada bekasnya .
1. NIAT
Ternyata seiring waktu disaat masa jenuh
orang akan berada dalam titik yg rawan untuk tergoda yg namanya dgn iblis. Nah
untuk menghindarinya luruskanlah kembali niat kita, dalam beribadah apa
sesungguhnyatujuan kita, dan ini harus diperjelas, dipertegas untuk mengusir
rasa malas, kebiasaan, shg akan kembali istimewa.
Ibaratnya suami istri pada saat penganten
baru semua terasa indah, nah seiring waktu kejenuhan itu muncul semua terasa
hambar. Nah disaat inilah kita harus bangkit memulihkan semua keadaan seperti
semula.
2. IKHLAS
Paradigma lama yg diajarkan ikhlas itu
“seperti kita buang hajat plong dan kita tak memikirkan apa yg kita dibuang”
NA’UDZUBILAH inilah paradigma yg salah sama sekali. Orang buang hajat itu yg
dibuang kotoran yg nggak ada manfatnya bagi dirinya bahkan kalo disimpan akan
jadi penyakit, jadi akhirnya dalam beramal yg kita kelurkan barang yg jelek yg
nilai nya nggak ada artinya bagi kita.
Paradiqma lama yg lain sering kita diajari
kalo nyumbang biar sedikit yg penting ikhlas.
Sehingga kita sering masukin kotak amal
cukup dgn receh bahkan seribu dianggap udah gede. Inilah yg harus diluruskan
dgn keras pak ustadz berkata apa yg dapat dibeli dgn seribu paling2 krupuk/
opak makanan anak kecil. Apakah ALLAH pantas dgn pemberian ini, sungguh ini
namanya bukan ikhlas tapi pelecehan. Padahal saat buka dompet uang yg puluhan
ribu bahkan 100 ribu an tersimpan rapi didalamnya tapi apa yg kita berikan
tidak lebih sebuah makanan anak kecil yg nggak ada nilainya sama sekali. Inilah
yg membuat dada saya bergetar mendengar penjelasan pak ustadz. Betapa tidak
selama ini untuk masukin kotak amal aja susahnya minta ampun padahal rezki yg
diberikan kesaya jauh lebih besar, bahkan sangat mudahnya hamburin 50rb saat
main time zone. ASTAGHFIRULLAH Disinilah saya mulai sadar shg knp aku merasa
jiwaku tidak bersama ALLAH saat beribadah. Selanjutnya pak ustadz membei contoh
kisahnya Abu bakar dan Umar bin khatab ketika disuruh bersedekah oleh
Rasulullah. Umar dgn bangga dan ikhlas menafkahkan hartanya separuhnya untuk
fisabilillah, sedangkan Abu Bakar malahan semuanya diri dan kelurganya cukuplah
ALLAH saja yg menjaminnya, sungguh luar biasa. Dan itulah ikhlas yg seharusnya
bukan dgn receh , atau ribuan. Semoga ALLAH memberi kekuatan aku untuk
menafkahkan harta yg telah diberikan
Paradiqma yg baru yg seharusnya kita
terapkan adalah mari kita buka surat ALIKHLAS kenapa ALLAH menamai surat itu
dgn ikhlas.
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha
Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak
dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan
Dia".
Apakah kita ikhlas 100% dgn pentauhidan
kita, apakah kita masih ragu dgn surat itu. Itulah sesungguhnya makna ikhlas
sesungguhnya. Artinya ALLAH yg menguasai kita, sama sekali kita nggak ada
kuasanya. Semuanya milik ALLAH
3. Paradigma yg salah selanjutnya, selalu
kita berpikir dalam “Ibadah yg penting sah.”
Inilah yg membuat kualitas Ibadah kita dari
hari kehari menurun kualitasnya. Mari kita logikan saat anda mau nikah bagi yg
laki apa kalo cari calonnya berprinsip yg penting wanita dan sebaliknya tentu
tidak sama sekali kita akan cari yg the best begitulah seharusnya kita dalam
melakukan Ibadah. Seperti kasusnya zakatnya khobil dan khabil, ALLAH
menjatuhkan pilihannya kepada zakat yg terbaik bukan hanya sekedar syah.
Inilah paradigma yg seharusnya kita
terapkan
Semoga bermanfaat ntar sambung
lagi yaaaa sabarrrr.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan Komentar anda di sini